Kamis, 14 Agustus 2014
Sebanyak 174 Pelamar Ikuti Tes Masuk BPJS Kesehatan
PEKANBARU - 174 pelamar mengikuti tes masuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan Devisi Regional (Devre) II, meliputi Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi. Rinciannya, Sumbar 89 orang, Riau 55 orang, Kepulauan Riau 18 orang dan Jambi 12 orang.
Demikian disampaikan Kepala Departemen Hubungan Eksternal SDM dan Umum BPJS Kesehatan Devre II, Rusli Armunandar, Rabu (13/8/2014) di kantornya. Katanya, dari 55 orang yang melamar lewat Provinsi Riau, namun yang lulus seleksi administrasi hanya sebanyak 54 orang.
"Ya, tahun ini, BPJS Kesehatan melakukan perekrutmen pegawai secara serentak se-Indonesia, untuk tenaga dokter, teknik sipil, arsitektur dan tenaga PTT (Pegawai Tidak Tetap) dengan masa jabatan lebih dari 6 bulan. Perekrutmen ini dilakukan, karena secara nasional Kantor BPJS Kesehatan masih kekurangan 884 pegawai," ujar Rusli.
Apalagi, terangnya, sejak diwajibkan BPJS Kesehatan oleh pemerintah, minat masyarakat dalam keikutsertaan sebagai peserta cukup tinggi. Oleh karena itu, sebagai badan usaha milik negara (BUMN) bidang asuransi kesehatan, pihak melakukan perekrutan tersebut.
Untuk kawasan devre II ini, lanjut Rusli, dari 54 pelamar yang lulus seleksi administrasi, ada 9 orang yang tak ikut tes, sehingga dinyatakan gugur, meliputi 5 orang dari jalur kedokteran dan 4 dari jalur teknik. Sementara dari 45 orang yang ikut berasal dari jalur kedokteran sebanyak 24 orang dan 30 orang dari jalur teknik.
Selain tes potensi akademik, sebutnya, pelamar yang dinyatakan lulus akan melalui tahapan tes lanjutan, yakni tes psikologi yang akan dilaksanakan pada pekan depan, tes komputer, wawancara dan tes kesehatan. Setelah dinyatakan memenuhi syarat, maka barulah dikeluarkan SK tugas langsung dari pusat.
Sumber : Halloriau.com
Kenaikan Elpiji 12 Kg Tak Perlu Izin SBY
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) akan menaikkan harga gas Elpiji non-subsidi 12 Kilogram (Kg) bulan ini, dengan besaran kenaikannya sekira Rp1.000-Rp1.500 per Kg.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, mengungkapkan bahwa Chairul Tanjung memang telah mengirimkan surat untuk menunda kenaikan gas Elpiji 12 Kg kepada Pertamina.
"Memang Sesmenko telah kirim surat ke Pertamina agar menunda waktu kenaikan," ucap Ali, Jakarta, Kamis (14/8/2014).
Kendati demikian, dia menegaskan bahwa gas Elpiji 12 kg bukanlah barang subsidi. Dengan demikian, tidak harus izin dari pemerintah dan hanya melaporkan kepada Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan dan Kementerian Menko Perekonomian.
"Ini aksi korporasi, tapi saya tegaskan lagi bahwa sesuai permen ESDM kenaikan harga Elpiji non-subsidi memang tidak perlu izin pemerintah dan hanya perlu melaporkan," tegas Ali.
Sumber : Halloriau.com
Selasa, 12 Agustus 2014
Riau Berpotensi Menjadi Pusat Pembesaran Sapi di Indonesia
Hal ini disampaikan Menteri Pertanian Suswono melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, terkait pencanangan pembesaran sapi di atas lahan sawit di sejumlah kabupaten di Riau.
"Jika potensi ini dikelola dengan biak, maka program integrasi sapi dan sawit di Riau akan menjadi potensi terbesar di Indonesia. Dan, tentunya ini selaras dengan visi Riau menuju Swasembada Ternak pada 2020," katanya.
Syukur juga menilai, untuk itu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Riau, sebagai lembaga teknis tidak bisa digabung dengan instansi lain. "Saya menyayangkan sikap Pemprov Riau menggabungkan Disnak Riau dengan instansi lain. Padahal, secara struktural penggabungan tersebut sangat merugikan Riau sendiri dalam upaya memanfaatkan dan mengelola SDA yang sangat besar," jelasnya.
Menurut Syukur, pembahasan Rancangan Peraturan Daerah mengenai Perubahan Perda No 8 Tahun 2008, tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) daerah, perlu dipertimbangkan bahwa Disnak Keswan adalah lembaga teknis di daerah. Apalagi, program kerja dilakukan lebih banyak mengarah di lapangan.
"Meski ada perubahan SOTK, namun perlu dipertimbangkan lagi Disnak Riau ini sebagai lembaga teknis. Jadi perlu dikaji ulang atas penggabungan tersebut, jika Riau benar-benar memanfaatkan potensi kedepan agar lebih baik," sarannya.
Alasan itu pula, Syukur menyebutkan Riau yang menjadi program andalan pemerintah pusat terkait program integrasi sapi-sawit dengan istilah Sistem Integrasi Tanaman Ternak (SITT), harus terus dikembangkan dan ditingkatkan.
Sumber Halloriau.com
Gawatt, Harga Bawang Merah Masih Mahal di Pekanbaru
Hal ini disampaikan salah satu pedagang di Pasar Pagi Arengka, Ia mengatakan untuk harga bawang merah memang masih belum mengalami penurunan. "Harganya masih Rp.30 Ribu/Kg nya. Naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp22 Ribu/Kg nya," ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan beberapa kebutuhan sembako malah ada yang mengalami penurunan harga. "Seperti harga cabe rawit merah segar dari harga sebelumnya mencapai Rp.46 ribu turun menjadi Rp.34 ribu/Kg nya, wortel dari harga Rp.12 ribu menjadi Rp.6 ribu/Kg nya," jelasnya.
Pedagang lain, Sarno, juga mengatakan saat ini harga Sembako memang bervariasi. "Ada yang naik ada juga yang turun. Seperti wortel memang sebelumnya harganya mahal karena ada gangguan oleh Jasa pengiriman saat Idul Fitri kemaren, tapi sekarang sudah stabil lagi. Stok juga tercukupi," ujarnya.
"Jika dibandingkan pada jelang dan saat idul fitri kemarin, untuk harga daging sapi memang tinggi, mencapai Rp.100 ribu lebih, sekarang sudah turun menjadi Rp.95 ribu, dan permintaan akan daging sapi juga sudah berkurang," ungkapnya.
sumber : Halloriau.com
Bersiaplah, Uang Baru NKRI Resmi Beredar Akhir Pekan Ini
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas menuturkan, peluncuran uang NKRI berlandaskan Undang-undang Mata Uang. Di dalamnya, untuk kali pertama pemerintah ikut menandatangani uang kertas.
"PBI (Peraturan Bank Indonesia) untuk uang NKRI sudah terbit. Tapi uang itu mulai berlaku saat diterbitkan sesuai UU yang mengatur yaitu 17 Agustus 2014," kata Ronald di Manado, Selasa (12/8/2014).
Dalam beberapa hari ke depan, BI tengah mempersiapkan langkah sosialisasi uang NKRI. Ronald menilai masyarakat harus diinformasikan lebih dulu terkait bentuk dan ciri-ciri dari uang tersebut.
"Harus ada sosialisasi. Dalam minggu ini sebelum diedarkan akan disampaikan ciri-cirinya," ujar Ronald.
Sosialisasi akan dilakukan mulai dari tingkat nasional hingga daerah. Setiap perwakilan BI di daerah akan membantu mengenalkan uang NKRI kepada masyarakat agar tidak terjadi kekeliruan atau kaget saat mendapatkan uang baru.
sumber : Halloriau.com
Akhir pekan ini, Minggu (17/8/2014),
rakyat Indonesia akan menyaksikan hadirnya uang baru. Uang ini diberi
nama uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas menuturkan, peluncuran uang NKRI berlandaskan Undang-undang Mata Uang. Di dalamnya, untuk kali pertama pemerintah ikut menandatangani uang kertas.
"PBI (Peraturan Bank Indonesia) untuk uang NKRI sudah terbit. Tapi uang itu mulai berlaku saat diterbitkan sesuai UU yang mengatur yaitu 17 Agustus 2014," kata Ronald di Manado, Selasa (12/8/2014).
Dalam beberapa hari ke depan, BI tengah mempersiapkan langkah sosialisasi uang NKRI. Ronald menilai masyarakat harus diinformasikan lebih dulu terkait bentuk dan ciri-ciri dari uang tersebut.
"Harus ada sosialisasi. Dalam minggu ini sebelum diedarkan akan disampaikan ciri-cirinya," ujar Ronald.
Sosialisasi akan dilakukan mulai dari tingkat nasional hingga daerah. Setiap perwakilan BI di daerah akan membantu mengenalkan uang NKRI kepada masyarakat agar tidak terjadi kekeliruan atau kaget saat mendapatkan uang baru.
- See more at:
http://www.halloriau.com/read-ekonomi-50851-2014-08-12-bersiaplah-uang-baru-nkri-resmi-beredar-akhir-pekan-ini.html#sthash.Wh1eyMeR.dpufDeputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas menuturkan, peluncuran uang NKRI berlandaskan Undang-undang Mata Uang. Di dalamnya, untuk kali pertama pemerintah ikut menandatangani uang kertas.
"PBI (Peraturan Bank Indonesia) untuk uang NKRI sudah terbit. Tapi uang itu mulai berlaku saat diterbitkan sesuai UU yang mengatur yaitu 17 Agustus 2014," kata Ronald di Manado, Selasa (12/8/2014).
Dalam beberapa hari ke depan, BI tengah mempersiapkan langkah sosialisasi uang NKRI. Ronald menilai masyarakat harus diinformasikan lebih dulu terkait bentuk dan ciri-ciri dari uang tersebut.
"Harus ada sosialisasi. Dalam minggu ini sebelum diedarkan akan disampaikan ciri-cirinya," ujar Ronald.
Sosialisasi akan dilakukan mulai dari tingkat nasional hingga daerah. Setiap perwakilan BI di daerah akan membantu mengenalkan uang NKRI kepada masyarakat agar tidak terjadi kekeliruan atau kaget saat mendapatkan uang baru.
Langganan:
Postingan (Atom)